Pendaratan Manusia di Bulan ,Jejak Astronot Terlihat di Bulan


KOMPAS.com — Foto-foto terbaru dari wahana penjelajah Bulan milik NASA sepertinya bakal mengakhiri perdebatan, apakah astronot AS benar-benar pernah mendarat di Bulan. Foto-foto yang diambil dari kamera wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) itu menunjukkan jejak-jejak kaki dua astronot Apollo yang berusaha mencapai sebuah kawah di Bulan.

James Irwin, astronot Apollo 15 sedang menjelajahi bulan.

James Irwin, astronot Apollo 15 sedang menjelajahi bulan.

Foto tersebut memperlihatkan dataran di sekitar lokasi pendaratan Apollo 14, tempat astronot Alan Shepard dan Edgar Mitchell menjejakkan kaki di bulan pada 5 Februari 1971 menggunakan pendarat Antares.

Foto yang diperlihatkan minggu lalu itu menunjukkan bahwa kedua astronot sempat mendekati bibir kawah Cone Crater pada jarak sekitar 30 meter sebelum mereka memutuskan untuk kembali lagi.

Sekilas, foto tersebut memperlihatkan permukaan bulan yang polos tanpa ada tanda-tanda kehadiran manusia. Namun, jika diamati lebih detail, terlihat beberapa jejak pendaratan Antares dan keberadaan astronot yang tampak di sisi kiri bawah foto. Jejak sepatu Shepard dan Mitchell terlihat sedikit lebih gelap dibanding dataran sekitarnya.

Wilayah bulan yang dieksplorasi Shepard dan Mitchell dalam misi Apollo 14 adalah daerah berbukit dan berbatu yang disebut dataran tinggi Fra Mauro. Misi ini adalah yang ketiga dari enam kali pendaratan Apollo ke Bulan antara 1969 dan 1972.

LRO sebelumnya sudah mengirimkan foto lokasi pendaratan Apollo 14 serta daerah yang dikenal sebagai Tranquility Base, lokasi pendaratan pertama di Bulan. Tranquility Base didarati astronot Apollo 11 pada 20 Juli 1969.

Perburuan Cone Crater

Pada 6 Februari 1971, pada perjalanan kedua dari kunjungan selama 33 jam di Bulan, Shepard dan Mitchell mencoba mencapai Cone Crater untuk melihat bagian dasarnya. Kawah itu berada sekitar 1,4 km dari Antares sehingga pendarat tersebut tidak terlihat oleh para astronot. Selain itu, kawasan yang berbukit menyebabkan perjalanan menjadi melelahkan.

Lebih parah lagi, Shepard dan Mitchell kesulitan mendaki di permukaan Bulan yang lembut. “Masalah lainnya, ketidakstabilan permukaan di daerah itu membuat mereka kesulitan menandai lokasi yang akan mereka lalui,” tulis Shepard yang meninggal tahun 1998. “Ed dan saya kesulitan memutuskan, jalan mana yang akan kami tempuh, seberapa jauh kami sudah berjalan, dan di mana kami saat itu.”

“Dan kemudian datanglah saat paling membuat frustrasi dalam perjalanan itu. Kami mengira sudah dekat dengan kawah. Namun ternyata, kami berada di tepi kawah lain yang lebih kecil, dan masih agak jauh dari Cone Crater,” tulisnya. “Saat itu kami menghubungi Houston (pusat pengendali misi) dan memberi tahu posisi kami meragukan.”

Keduanya akhirnya tidak melanjutkan perjalanan menuju Cone Crater dan kembali ke pendarat Antares.

Pada foto LRO, salah satu penanda lokasi yang disebut Saddle Rock—sebelumnya pernah difoto oleh Shepard dan Mitchell—bisa terlihat. Dari foto itu tampak betapa dekat sebenarnya para astronot dari tujuan mereka.

Saat Shepard dan Mitchell berjalan di permukaan Bulan, rekan mereka, Stuart Roosa, mengorbit Bulan dalam modul komando. Mereka meninggalkan Bulan pada 6 Februari 1971 dan kembali ke Bumi tiga hari kemudian.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: