Sedimentologi dan Mineralogi Gua


Sedimen

Batuan terbagi-bagi ketika proses transport dari sumbernya ke tempat akhir di gua yang mungkin terhenti dalam sebuah gua dan memberikan kepada kita informasi tidak hanya sejarah batuan itu sendiri tetapi juga guanya. Sedimen tersebut dapat kita klasifikasikan menjadi:

Endogenetik (autochthonous)

berasal dari proses internal, yaitu yang terjadi dalam gua.

Eksogenetik (allochthonous)

berasal dari sumber eksternal dan terbawa kedalam gua oleh alat transportasi seperti angin, air, dan es, atau dengan cara biologis.

Material sedimen dari sumber endogenik termasuk diantaranya adalah residu dari batugamping itu sendiri yang tidak larut. Ornamen gua yang indah seperti stalactite dan stalagmite, pilaar, draperies, dll, termasuk berasal dari proses internal ini (endogenetik).

Material sedimen dari sumber eksogenetik berasal dari proses yang berlangsung pada permukaan diluar gua, atau lebih jauh lagi. Yang terbawa oleh angin, air atau es, dan terkadang oleh perantara biologis. Material wind-borne biasa diperoleh di dekat entrance sebagai layer partikel debu yang halus. Terkadang oleh air atau sarana transportasi yang lain dapat terbawa sampai jauh ke dalam gua. Seperti misalnya di beberapa gua di karst Gombong Selatan, banyak terdapat batuan beku yang berserakan dilantai gua, misalnya G. Petruk, G. Sumurup (Bleber) di Kecamatan Ayah.

Mineral gua

Beberapa mineral secara umum ada di gua cukup kecil tetapi karena berbagai mekanisme deposisi (oleh evporasi, tetesan air, aliran air, kolam di standing water, dll) ada banyak karakter bentuk. Bentuk-bentuk tersebut dikenal dengan speleothem (Moore, 1952) atau cave formation.

Ada tiga macam material yang ditemukan dalam gua:

1. Fragment bedrock dan debris yang tertinggal dari perombakan bedrock
2. Material yang tertransport ke dalam gua oleh aktifitas mekanis air, angin, dan grfitasi
3. Material yang dibentuk dalam gua oleh deposisi kimiawi.

Deposit kimia berhubungan dengan sedimen kimia dapat dianalogikan dengan sedimen kimia yang terbentuk di dana dan laut di permukaan bumi. Dapat diklasifikasikan kedalam istilah sesuai dengan mineral dominanbya yaitu:

1. Mineral karbonat
2. Mineral evaporite
3. Mineral fosfat dan nitrat
4. Mineral oksida dan mineral lain

Speleothem

Kesepakatan dalam klasifikasi speleothem memiliki dua hirarki; form (bentuk) dan style (corak). Form adalah speleothem dengan bentuk dasar yang dapat membedakan berdasar pada perilaku pertumbuhan mineral atau mekanisme dasar deposisinya. Style adalah klasifikasi lanjutan dari form yang menjelaskan bentuk berbeda yang merupakan hasil dari perbedaan tingak aliran, tingkat deposisi, dan faktor lainnya.

Daftar form speleothem menurut kesepakatan adalah:

1. Form dripstone dan flowstone

1. Stalactite
2. Stalagmite
3. Draperies
4. Flowstone sheet

1. Form Erratic

1. Shield
2. Helictites
3. Form Botryoidal
4. Anthodite
5. Moonmilk

C. Form sub-aqueous

1. Kolam rimstone
2. Concretion dari berbagai macam
3. Deposit kolam
4. Deretan kristal

Klasifikasi diatas dibatasi pada kelompok mineral tertentu, terutama karbonat.

MINERAL KARBONAT

Mineral karbonat melingkupi klasifikasi speleothem diatas. Air tanah berkarbonat terutama mengandung Ca++ dan Mg++ dengan konsentrasi Sr++ dan Na++ yang lebih kecil. Kebanyakan karbonat gua mengandung sedikit magnesium kalsit. Konsentrasinya hanya sekitar satu atau dua prosen.

Mineral karbonat di depositkan ke dalam gua oleh proses transportasi dimana material tersebut terbawa kedalam gua oleh gerakan air tanah dan ditinggalkan sebagai speleothem karbonat.

diunduh dari subterra.web.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: