MESJID TERINDAH


Turki, Negeri Seribu Mesjid
Turki tidak hanya identik dengan Blue Mosque, mesjid biru yang kubahnya tidak berwarna biru. Ada banyak mesjid lainnya yang menghiasi wajah negeri yang membelah benua Asia dan Eropa ini. Meskipun di satu sisi merupakan sebuah negara sekuler yang melarang warganya mengenakan atribut keagamaan di lingkungan sekolah dan pemerintahan, Turki juga sebuah negara yang masih cukup kental dengan atmosfir relijius. Paling tidak hal tersebut terlihat dari mesjid-mesjid mereka yang indah dan rutin mengumandangkan adzan setiap masuk waktu sholat. Dan tentunya, adzan tersebut masih menggunakan bahasa Arab, kok!

Ya, Turki memang sekuler. Di mana-mana, kehidupan masyarakat yang saya temui semakin bebas: mereka mulai berpakaian serba terbuka layaknya orang Barat, dan adegan ciuman dan rangkul-rangkulan antara pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran mudah ditemui di berbagai tempat. Tetapi, di samping fakta itu, saya juga melihat masih banyak gadis Turki yang rapi mengenakan busana muslim, atau para pria dewasa yang menggenggam tasbih di tangannya seraya berdzikir setiap waktu. Sholat lima waktu pun masih berusaha dijalankan oleh sebagian besar dari masyarakatnya, baik itu di mushola-mushola maupun di mesjid-mesjidnya yang indah. Mesjid-mesjid kuno yang merupakan peninggalan zaman kerajaan Ottoman, maupun mesjid-mesjid yang baru dibangun pada abad ke-20 namun dengan sentuhan klasik a la abad ke-15, abad keemasan Islam di negeri itu.

Mesjid Kocatepe, yang merupakan mesjid terbesar dan termegah di Ankara dibangun pada tahun 1967 di atas bukit Kocatepe di distrik Kizilay. Desainnya yang mencontoh arsitektur mesjid Süleymaniye, salah satu mesjid tua di Istanbul, bagian dalam mesjid ini luasnya mencapai 1288 meter persegi yang dapat menampung hingga 15.000 jamaah. Untuk luas bagian luarnya mencapai 4500 meter persegi yang mencakup pelataran mesjid serta sebuah halaman parkir kendaraan yang besar. Empat buah menara mencuat di sekeliling kubah dengan ketinggian 88 meter, dan kubah utama ketinggiannya mencapai 98,5 meter. Dari puncak bukit, keindahan dan kemegahan mesjid ini terlihat begitu luar biasa yang membuat lidah kita berdecak kagum. Ck-ck-ck… !

Mesjid Haji Bayram, sebuah mesjid kuno yang dibangun pada tahun 1427 oleh seorang filsuf dan alim ulama terpandang negeri itu yang bernama Haji Bayram. Terletak di sebuah distrik tertua di Ankara yang bernama Ulus, mesjid ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan beribadah para penduduk kota di abad ke-15. Seiring populasi bertambah, maka mesjid itu diperluas dan dekorasinya dipercantik, serta dipugar oleh cucu Haji Bayram yang bernama Mehmet Baba pada tahun 1714. Arsitektur mesjid itu yang terlihat pada masa kini adalah gaya arsitektur abad ke-17 dengan ciri khas arsitektur Ottoman setelah restorasi. Bagian dalam mesjid dilapisi gips Paris, jendela kaca berwarna buatan Cina, serta keramik. Di sayap selatan mesjid kita temukan makam Haji Bayram yang hingga kini masih diziarahi oleh penduduk setempat.

Mesjid Maltepe, juga salah satu mesjid moderen di Ankara yang didirikan pada tahun 1954 di distrik Demirteppe, satu kilometer jaraknya dari Kizilay. Dibangun dengan gaya klasik a la Ottoman style, mesjid mungil dengan dua menara ini menjulang di atas bukit yang dikelilingi air mancur dan sebuah taman yang rindang. Bagian dalam mesjid dihiasi kaca-kaca bergambar bunga dan bertuliskan kaligrafi Arab seperti kalimat thayibah atau nama-nama empat orang khalifah zaman sepeninggal Rasulullah.

Tentu saja saya tidak lupa mengunjungi mesjid yang menjadi landmark-nya Turki. Apalagi kalau bukan Mesjid Sultan Ahmet, yang lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Biru atau The Blue Mosque. Mesjid yang dibangun antara tahun 1603 hingga 1617 atas prakarsa Sultan Ahmet I, raja keempatbelas dari Dinasti Ottoman, adalah mesjid terindah dan termegah di Istanbul. Dinamakan dan dikenal oleh orang-orang dari seluruh dunia dengan sebutan Mesjid Biru karena beberapa bagian dari keenam menara yang menghiasi mesjid ini dilapisi dengan keramik berwarna biru. Selain itu, polesan serta keramik yang menghiasi dinding dan bagian dalam kubah juga berwarna biru serta hijau, yang menjadi ciri khas mesjid itu. Dirancang oleh seorang arsitek bernama Mehmet Agha, murid dari arsitektur kenamaan Turki Mimar Sinan, Mesjid Biru disebut-sebut sebagai satu-satunya mesjid peninggalan kerajaan Ottoman yang paling megah dengan arsitektur khas Islam Ottoman. Di bagian depan mesjid ini dapat kita temukan makam Sultan Ahmet beserta istri yang sangat dicintainya, dan makam putranya yang bernama Sultan Osman II.
Mesjid bersejarah lainnya di Istanbul yang tak kalah pentingnya adalah Mesjid Süleymaniye yang dibangun antara tahun 1550-1557 oleh arsitektur legendaris dalam sejarah kekaisaran Ottoman, Mimar Sinan. Mesjid yang didirikan atas perintah Raja Sulaiman yang telah menaklukkan Aljazair, Belgrad, Rhodes, bahkan melakukan ekspedisi hingga ke Jerman, Hongaria dan Wina pada pertengahan abad ke-16 ini menghabiskan biaya hingga 60 juta dolar! Arsitekturnya menyerupai istana Aya Sofya dengan kubah utama mencapai tinggi 50 meter dan luas mesjidnya yang mencapai 400 meter persegi. Raja Sulaiman disebut-sebut sebagai raja yang paling berhasil dalam memperluas kekuasaan Ottoman hingga ke Eropa Barat, dan masa pemerintahannya mencapai kemajuan pesat dalam bidang kesusasteraan, ilmu pengetahuan dan kesenian. Oleh karena itulah dalam salah satu buku literatur yang saya temui, raja yang satu ini ditambahi embel-embel gelar “The Magnificent” di belakang namanya. Subhanallah…

Turki bisa dikatakan negeri seribu mesjid karena saking banyaknya mesjid bersejarah maupun modern yang saya temui dan kunjungi selama masa tinggal saya di sana. Atmosfir relijius yang syukurnya masih dapat saya rasakan setiap kali saya memasukinya, suasana khusyuk, damai dan tentram masih bisa saya temukan setiap kali saya beribadah di dalamnya, orang-orang yang ramah dan menyapa sesama saudaranya dengan senyuman tulus dan wajah berseri-seri. Semoga suasana seindah iini tidak akan pupus ditelan waktu meskipun gejala sekularisme terus menggerus pesona negeri itu
DIUNDUH DARI
dinamars.multiply.com

Satu Tanggapan

  1. memang sebagai kekaisaran islam turki menyisakan banyak kejayaannya
    http://www.majestad.wordpress.com –> masjid2 indah dunia lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: